Jawa Barat


Tentang Trans Studio Theme Park

Bandung`s very own Theme Park. From TV to Reality

 TRANS STUDIO THEME PARK, Trans Studio Bandung adalah Indoor Theme Park ke dua di Indonesia setelah Makassar. Trans Studio Bandung lebih spektakuler dan lebih dahsyat dari Trans Studio yang ada di Makassar sehingga menjadikan Trans Studio Bandung tidak hanya terbesar di Indonesia tapi juga terbesar di dunia. 

TRANS STUDIO THEME PARK menyajikan 20 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 3 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik. Para pengunjung dapat merasakan bagaimana menjadi seorang bintang di depan kamera serta menjadi orang – orang di belakang layar dari tayangan – tayangan favorit TRANS TV dan TRANS 7,seperti Dunia Lain, Jelajah. Si Bolang, dan masih banyak wahana menarik lainnya.

Tentang Trans Studio Theme Park

Selamat datang di dunia penuh keajaiban khusus diciptakan untuk anda. Membawa mimpi anda menjadi kenyataan.Bertemu langsung dengan karakter – karakter idola anda.Nikmati persembahan 20 wahana kami yang menantang dan mendebarkan dan hiburan dengan gaya Broadway yang terkenal. 

Studio Central

The Famous Hollywood! Kawasan Hollywood didepan mata anda. Berjalanlah menyusuri Kawasan ini dan liat siapa artis yang ada di Walk of Fame ? . Anda akan dimanjakan oleh arsitektur-arsitektur Hollywood bergaya 60-an. Anda seolah melangkah di pusat negeri hiburan. Temukan juga Bintang favorit mu seperti Marlyn Monroe .

Lost City

Siapkan diri anda untuk berpetualang! Di kawasan ini anda akan menempuh perjalanan yang hebat. Selamatkan Kru Trans TV dalam ekspedisinya, masuki hutan rimba dalam safari track.Semua petualangan menarik akan menjadi bagian dari penjelajahan anda.Explore the Lost City!

Magic Corner

Keajaiban bermula dari sini. Sentuhan Magis yang akan mempesonakan perjalanan anda. Anda akan hanyut dalam sensasi yang ada di sini. Perjalanan yang akan menyihir anda membuat anda begitu yakin apa yang ada didepan mata. Satu –satunya tempat penuh keajaiban,petualangan yang menggembirakan dan menakjubkan.

Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lavadan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas,hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

CIWIDEY

Ciwidey adalah sebuah kecamatan di Kabupaten BandungProvinsi Jawa BaratIndonesia. Nama Ciwidey berasal dari bahasa Portugis Kuno, dari kata Ciwi yang berarti buah kiwi dan Dey yang berarti hari. Sedangkan dalam bahasa Yunani Kuno nama Ciwidey berasal dari kata Ciwos yang berarti sapi dan Dos yang berarti lima.

Kecamatan ini terletak di sebelah selatan Kota Bandung. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, dengan akses jalan yang menembus daerah Cianjur selatan.

Ciwidey dikenal sebagai daerah tujuan ziarah, dan juga sebagai daerah penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan. Objek wisata di daerah ini diantaranya adalah:

Ciwidey dikenal juga sebagai tempat lahirnya sapi berkepala lima yang disembah sekte Sapinisme yang berpusat di Rumah Sembah Sapi milik Raden Batubara. Raden Batubara adalah sosok yang disegani di daerah selatan Bandung karena pernah merebut hati seroang gadis desa yang cantik.

Ciateur

 

Obyek Wisata Air Panas Ciater, bagi masyarakat Indonesia, apa lagi Jawa Barat dan Wilayah lain di Nusantara ini, sudah mengenalnya. Karena obyek wisata ini, selain dijadikan sebagai sarana rekreasi keluarga, obyek wisata air panas Ciater ini juga dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Pasalnya berdasar hasil penelitian serta analisa Balneologi, sumber air hangat mineral yang ada mengandung Calsium, Magnesium, Chloride, sulfat, Thermo, Mineral, serta Hypertherma dengan kadar aluminium yang tinggi yaitu 38,5 equiv persen, dan keasamannya juga sangat tinggi yaitu PH : 2,45.

Bagi masyarakat tidak asing lagi terhadap pusat wisata Air Panas Ciater tersebut. Untuk menuju lokasi dapat dilakukan semua arah, dari Bandung-Ciater dengan jarak tempuh 32 Km, Lembang-Ciater 15 Km, Kawah-Ciater 7 Km, Subang – Ciater 30 Km, Jakarta-Ciater melalui arah puncak 212 Km, Jakarta-Ciater melalui Tol Cikampek-Bekasi 185 Km. Konon khabarnya mata air panas Ciater tersebut berasal dari kawah aktif Gunung Tangkuban Perahu, yang terletak tidak jauh dari obyek wisata Sari Ater.

Situ Lembang

Situ Lembang merupakan sebuah danau yang terdapat di kawasan Lembang – Bandung Utara dan terletak di antara kaki Gunung Tangkuban Perahu dan kaki Gunung Burangrang.

Keadaan umum

Wana Wisata ini terletak pada ketinggian 1.567m dpl, konfigurasi lapangan umumnya landai. Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.500mm/tahun dengan suhu udara 15-25C.

Potensi Kawasan

Wana wisata ini terdiri dari hutan tanaman pinus. Sumber air yang ada berupa sungai yang saat ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung dan masyarakat sekitar. potensi visual Lanserkap menuju hutan cukup menarik dengan pemandangan alam berupa; hutan tanaman pinus dan hutan pegunungan, sedang gejala alam/potensi visual lanserkap didalam kawasan yang mempunyai karakteristik khas adalah danau/telaga, hutan alam dan hutan tanaman dengan iklim dataran tinggi.

 

Add caption

 

Kebun Raya Bogor

Tidak ada tempat yang paling terkenal dan paling menarik di Bogor selain Kebun Raya Bogor. Kebun yang sangat luas ini terletak di tengah kota Bogor yang berada di atas lahan seluas 87 hektar. Pada akhir pekan atau hari libur kawasan

kebun raya selalu ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah. Pengunjung yang memasuki Kebun Raya akan merasakan kontras antara suasana hiruk pikuk kota Bogor dengan ketenangan kebun ditengah kehijauan pepohonan rindang yang memberikan keteduhan. Gubernur Jenderal Raffles disebut-sebut orang yang pertama kali menggagas

pembukaan kebun raya, namun seorang ahli botani dari Jerman Professor C.G.C Reinwardt adalah orang yang pertama kali mengubah halaman luas Istana Bogor menjadi kebun yang digunakan untuk meneliti tumbuh-tumbuhan yang kemudian menjadi Kebun Raya Bogor dan dibuka resmi untuk umum pada 18 Mei1817. Kebun Raya memiliki koleksi lebih dari 15.000 spesies pohon dan tanamtanaman termasuk 400 macam pohon palem. Kebun ini juga dihiasi dengan kolam air dengan tanaman teratai dan sungai kecil. Rumah anggrek yang terdapat di kebun raya ini memiliki koleksi lebih dari 300 varietas tanaman anggrek.
Istana Bogor

Istana yang terletak di sebelah timur laut kebun raya dulu merupakan tempat tinggal resmi dari gubernur jenderal Belanda yang berkuasa dari tahun 1870 hingga 1942. Istana ini dulunya merupakan rumah peristirahatan yang dibangun pada tahun 1745 ketika Belanda pertama kali membuka daerah perkebunan disini, namun rumah itu hancur karena gempa bumi dan sebuah istana baru didirikan di 196 tempat ini beberapa tahun kemudian yaitu pada tahun 1856. Para petinggi dan anggota masyarakat elit Belanda sering berkunjung ke kebun raya. Pesta-pesta besar dan glamor sering diadakan di Istana Bogor. Halaman istana yang luas dijadikan tempat memelihara rusa yang akan segera dipotong dan menjadi hidangan eksklusif pada perjamuan yang diadakan di istana. Hingga saat ini tradisi memilihara rusa di halaman istana tetap dipertahankan. Pada tahun 1950, status Istana Bogor berubah menjadi istana Kepresidenan RI, Istana Bogor menjadi tempat peristirahatan favorit Presiden Sukarno, ia menghiasi ruangan dalam istana dengan benda-benda seni yang koleksinya kebanyakan berkaitan dengan wanita.

Add caption

Danau Lido

Sekitar 20 Km di selatan Bogor, di sebelah kiri jalan raya yang menuju ke Sukabumi, terdapat belokan yang menuju ke obyek wisata Lido. Dari Jakarta lokasi ini dapat dicapai dalam waktu satu setengah jam melalui jalan tol Jagorawi. Di lokasi ini terdapat Danau Lido yang dikelilingi perbukitan. Batu Tulis Ciaruteun Sekitar 12 Km dari Bogor ke arah barat

laut di dekat Desa Ciampea terdapat peninggalan sejarah Batu Tulis Ciaruteun yang merupakan batu berukuran besar, pada batu itu tertulis huruf Palawa kuno dan pahatan dua telapak kaki yang diperkirakan berasal dari abad ke lima. Tulisan itu berbunyi, “Ini tapak kaki seperti kaki Dewa Wisnu, penguasa dunia yang gagah berani Sang Purnawarman, Raja di Negeri Taruma”. Batu bertulis ini semula tergeletak di tepi kali Ciaruteun namun kemudian diangkat dan diletakkan di sebuah bangunan berbentuk dangau Untuk mencapai tempat ini kita harus menuju daerah Semplak terus menuju ke Pasar Ciampea. 

 
Add caption

 

Air Panas Ciseeng

Tempat wisata ini menyajikan sarana untuk berendam air panas yang mengandung belerang dengan panorama bukit kapur yang menjulang diantara lahan persawahan dan dilengkapi dengan taman untuk bersantai. Penduduk setempat

menyebut tempat wisata ini sebagai Gunung Kapur. Lokasi wisata ini berjarak lebih kurang 30 Km dari Jakarta atau 10 Km dari kawasan Parung, Bogor namun sayangnya kondisi jalan di daerah ini terkadang kurang nyaman untuk dilalui karena sering mengalami kerusakan. 


Gua Gudawang

Di kawasan seluas kurang lebih 25 hektar ini terdapat belasan gua alam. Obyek wisata ini terdapat di Desa Argapura, Cigudeg. Saat ini tiga gua sudah bisa dinikmati pelancong yakni Gua Simenteng, Gua Sipahang (masing-masing panjangnya 30 meter) dan Gua Simasigit yang panjangnya sekitar 60 meter. Di dasar Gua Simenteng dan Sipahang terdapat aliran air. Kawasan ini dapat dicapai dengan menempuh jalur jalan Semplak-Ciampeainformasi pariwisatjaa wnau sbaanratatra 198 Leuwiliang yang menuju menuju arah Jasinga dengan kondisi jalan yang cukup baik, namun selepas jalan antara Leuwiliang-Jasinga kendaraan mulai berguncang karena jalan berlobang sejauh kira-kira delapan kilometer melewati kebun karet dan hamparan bukit berbatu.

Gunung Halimun

Add caption

Di Kawasan pegunungan Halimun terdapat Taman Nasional Gunung Halimun yang merupakan kawasan pertumbuhan hutan hujan yang berada di kawasan Pegunungan Halimun (1929 m), namun sebagian kawasan ini juga menjadi perkebunan teh yang dikelola oleh Perkebunan Teh Nirmala (Nirmala Tea Estate). Di kawasan ini terdapat beberapa air terjun antara lain yang berada di dekat Cikidang dan juga yang berada di perkebunan Nirmala. Daya tarik utama tempat ini adalah kegiatan rafting dengan perahu karet menyusuri Sungai Citarak yang berada di ujung tenggara taman. Pengunjung harus membawa kendaraan sendiri untuk mencapai tempat ini melalui Cibadak dan kemudian berbelok menuju Cikadang dan terus ke perkebunan teh Nirmala. 

KAWASAN PUNCAK

Add caption

Setiap liburan akhir pekan banyak orang Jakarta pergi menuju ke daerah peristirahatan yang berada di lereng Gunung Pangrango atau yang populer disebut sebagai kawasan Puncak. Sebagian wisatawan itu ada yang menginap di berbagai hotel dan vila yang banyak tersedia di tempat ini. Sebenarnya apa yang dimaksudkan sebagai Kawasan Puncak adalah dimulai sekitar 10 Km dari Bogor atau tepatnya dari Ciawi kemudian terus mendaki melalui Cibogo, Cipayung, Cisarua, Puncak Pass hingga ke Cipanas. Sepanjang jalur jalan ini, mulai dari Ciawi hingga ke Cipanas, berderet-deret hotel, vila, restauran, toko, penjual sayur dan buah dan bahkan berbagai kompleks rumah peristirahatan. Puncak Pass adalah titik tertinggi sepanjang jalur ini dengan ketinggian 1900 m dari permukaan laut. Kawasan puncak yang memiliki pemandangan indah dan udara segar ini merupakan kawasan wisata pegunungan yang berkembang dengan sangat cepat. Kawasan wisata ini menampung kedatangan orang-orang Jakarta untuk berlibur. Untuk mencapai kawasan puncak wisatawan dapat menumpang bus umum dari terminal Kampung Rambutan menuju Bandung yang akan menurunkan penumpang dimana saja yang diinginkan di sepanjang jalur dari Ciawi hingga ke Cipanas. Puncak juga dapat dicapai dengan menumpang kendaraan umum yang banyak tersedia di Bogor. infjoawrma absair aptariwisata nusantara 199

dd caption

Taman Safari

Salah satu obyek wisata yang paling menyenangkan untuk keluarga yang berada di kawasan puncak adalah Taman Safari Indonesia. Berbagai hewan dengan tingkahnya yang lucu dapat disaksikan di tempat ini. Taman Safari Indonesia berlokasi di wilayah Cisarua (0251) yang berada sekitar 20 Km dari Bogor. Selain Taman Safari, di wilayah Cisarua ini juga terdapat Curug Cilember yang merupakan kawasan wisata yang memiliki air terjun yang dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 30 menit, namun obyek wisata yang paling terkenal dan paling banyak dikunjungi wisatawan adalah Taman Safari Indonesia dengan berbagai hewannya. Taman Safari memiliki kawasan terbuka dimana hewan-hewan buas seperti singa dan harimau serta hewan-hewan lainnya berkeliaran dengan bebas sebagaimana mereka hidup di alam asli mereka. Para pengunjung dapat bersafari membawa kendaraan mereka langsung memasuki kawasan hutan dan melihat hewan-hewan yang tidak merasa terganggu dengan kedatangan pengunjung. Perkebunan Teh Kira-kira 7 Km sebelum mencapai Puncak Pass wisatawan melewati wilayah Perkebunan Teh Gunung Mas yang memiliki kawasan perkebunan teh yang cukup luas, kawasan kebun teh ini menghampar bagaikan karpet hijau yang menutupi lereng-lereng pegunungan di kawasan puncak. Dengan ditemani seorang pemandu, wisatawan dapat berjalan-jalan di perkebunan teh, mengunjungi pabrik teh yang terletak beberapa kilometer dari jalan raya. Pihak pengelola perkebunan menganggap bisnis pariwisata sama pentingnya dengan bisnis teh, maka penginapanpun dibangun di kawasan perkebunan teh ini.

Add caption

 

Telaga Warna

Hampir mendekati Puncak Pass terdapat rumah makan padang Restauran Rindu Alam, sebuah restauran yang memiliki lokasi paling strategis di kawasan Puncak dengan pemandangan ke lembah dan lereng pegunungan yang menghijau dengan tanaman teh-nya. Restauran ini selalu ramai, lihat saja deretan mobil yang diparkir di sepanjang jalan di depannya. Tidak jauh dari restauran terdapat Telaga Warna, sebuah danau kecil yang permukaannya memiliki banyak warna, namun diperlukan cahaya matahari untuk membuat danau ini berwarna. 

Kebun Raya Cibodas 

Add caption

Di Cibodas, melewati Puncak Pass, terdapat Kebun Raya Cibodas yang merupakan kawasan hutan tropisyang cukup lebat terletak di lereng Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Taman seluas 80 hektar ini pertama kali ditanam dengan berbagai tanaman tropis pada tahun 1860, kawasan ini memiliki pemandangan yang cukup indah dan sangat menyenangkan untuk berjalan-jalan di kebun ini. Setiap liburan akhir pekan belasan bus yang mengangkut pengunjung memasuki kawasan taman nasional ini. Kebun Raya ini terletak beberapa kilometer di sebelah barat Cipanas, jarak dari jalan utama hingga mencapai pintu gerbang Kebun Raya adalah 5 Km. Taman Nasional Gede Pangrango Pintu gerbang Kebun Raya Cibodas juga menjadi pintu gerbang menuju ke Taman Nasional Gede Pangrango untuk selanjutnya melakukan pendakian ke puncak Gunung Gede setinggi 2958 m, dari puncak ini -jika cuaca cerah- kita akan dapat melihat pemandangan yang indah hingga ke Jakarta, Cirebon dan bahkan Pelabuhanratu di kawasan pantai selatan. Sebelum melakukan pendakian, pengunjung harus melapor ke kantor PHPA yang terletak di dekat pintu gerbang kebun raya. Disini pendaki dapat bertanya mengenai hal-hal yang perlu diketahui selama pendakian dan meminta brosur mengenai taman nasional ini. Kawasan hutan pegunungan mendominasi taman nasional yang memiliki koleksi aneka burung termasuk burung langka elang Jawa. 

 

Add caption

 

Pelabuhanratu 

Pelabuhanratu terletak sekitar 90 Km di selatan Bogor dan merupakan kawasan peristirahatan di tepi pantai yang cukup populer bagi orang Jakarta. Kota kecil ini terletak di pinggir teluk yang berbentuk tapal kuda dengan pantai berpasir hitam, kawasan ini memiliki panorama yang hijau karena memiliki pepohonan yang rimbun dan juga areal persawahan yang berada di dekat pantai. Berenang di pantai Pelabuhanratu dapat dilakukan jika laut tenang, namun sebagaimana umumnya laut di selatan Jawa, ombak di pantai ini cukup besar dan arus laut cukup kuat untuk menarik orang yang kurang berpengalaman berenang ke tengah laut.

Add caption

 

Karang Hawu

Pantai yang terletak 13 Km di sebelah barat Pelabuhanratu memiliki banyak gua yang terletak pada sebuah tebing yang tinggi menjulang, batu karang dan kolam air alami di sekitarnya yang terbentuk dari proses aliran lava yang mengalir hingga ke laut. Menurut legenda dari atas tebing batu di Karang Hawu inilah Nyai informasi pariwisatjaa wnau sbaanratatra 202 Loro Kidul melompat ke samudera untuk mendapatkan kembali kecantikannya yang hilang namun ia tidak pernah kembali. Di puncak tebing terdapat sebuah tempat pemujaan dan untuk naik ke atas tebing tersedia tangga.

Air Panas Cisolok

Add caption

Lebih jauh ke barat dari Pelabuhanratu, 2 Km setelah Cisolok, terdapat sumber mata Air Panas Cisolok. Air mendidih memancar dari sumber mata air yang mengalir menuju ke sungai dan wisatawan dapat berendam di aliran air dimana air panas dan air sungai yang dingin bertemu. Tempat ini memiliki pemandangan yang indah dan wisatawan dapat berjalan beberapa kilometer ke hulu melalui hutan rimbun menuju ke sebuah air terjun. Pada saat liburan akhir pekan tempat ini ramai dengan pengunjung dan juga warung-warung. 

 

Gua Lalay

Sekitar 4 Km dari Pelabuhanratu ke arah timur laut pengunjung dapat menemukan Gua Lalay dimana pada saat matahari tenggelam ribuan kelelawar kecil berhamburan keluar dari gua menuju ke gelapan malam untuk mencari makan. 


Jalan Braga

Jalan Braga adalah jalan tertua di Kota Bandung. Pada masa lalu, jalan ini disebut dengan Jalan Pedati, disini terdapat berbagai lokasi peninggalan zaman Belanda. Pada masa kolonial dulu, Jalan Braga merupakan kawasan perbelanjaan kelas atas tempat para pejabat dan petinggi Belanda berbelanja. Saat ini terdapat beberapa toko dan kafe yang berada di jalan ini. Di ujung utara terdapat berbagai gedung yang sekarang dipakai sebagai tempat hiburan, bakery, kafe dan took souvenir. Di sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Asia Afrika dimana terdapat Savoy Homan Hotel, Sarinah Shop dan Black Cat Souvenir Shop. 

 

Add caption

 

Jalan Cihampelas

Kawasan Cihampelas merupakan kawasan pertokoan pakaian yang paling ramai dan paling sibuk di Kota Bandung. Kawasan ini adalah tempat berbelanja yang paling terkenal di Bandung sehingga menjadi lokasi wisata belanja bagi

pendatang dan warga Bandung sendiri. Deretan toko pakaian, utamanya jeans, berjejer di sepanjang Jalan Cihampelas. Bis-bis wisata banyak yang parkir di pinggir jalan menurunkan para wisatawan untuk berbelanja pakaian dan kebutuhan lainnya. 

 

Add caption

Gedung Merdeka

Jika tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 wisatawan dapat datang ke Museum Konferensi di Gedung Merdeka di Jl. Asia Afrika. Museum ini memiliki koleksi foto pertemuan antara Presiden Sukarno, Chou En-Lai, Ho Chi Minh, Nasser dan para pemimpin dunia ketiga lainnya yang memerintah pada tahun 1950-an. Bangunan Gedung Merdeka sendiri berasal dari tahun 1879 yang mulanya adalah gedung ‘Concordia Sociteit’ yaitu ruang pertemuan dari berbabagi organisasi Belanda. Museum ini buka dari Jam 8 hingga 18 dari Senin hingga Jum’at. 

 

Add caption

Gedung Sate

Gedung ini merupakan bangunan pertama di Bandung yang menggunakan konstruksi beton bertulang. Bangunan ini juga menjadi kantor pusat pemerintahan dan administrasi pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Dinamakan Gedung Sate karena pada puncak atap gedung ini terdapat orhamen yang berbentuk sate. Saat ini, Gedung sate menjadi pusat pemerintahan Gubernur Jawa Barat. Bangunan yang indah ini dirancang oleh arsitek J.Gerber dan dibangun pada tahun 1920. Selain Gedung Sate, J. Gerber juga merancang sejumlah gedung pemerintahan lainnya

di Indonesia. 


Kampung Naga

Jika ingin merasakan kehidupan di kampung Sunda yang sebenarnya maka dapat mengunjungi Kampung Naga. Diantara Garut dan Tasikmalaya terdapat Kampung Naga yaitu sebuah desa tradisional Sunda yang masih murni dengan bangunan rumah penduduk bergaya Sunda asli. Tradisi lama berusia ratusan tahun yang diwariskan secara turun temurun masih tetap dipertahankan di desa yang memiliki panorama yang sangat cantik ini. Untuk mencapai tempat ini wisatawan dapat menggunakan kendaraan umum dari Garut menuju Tasikmalaya dan berhenti di Neglasari, 26 Km dari Garut. Kecantikan desa ini telah mengundang banyak wisatawan manca negara untuk datang ke tempat ini, namun demikian kedatangan wisatawan tersebut tetap tidak mengurangi kecantikan dan kemurnian budaya disini. Pengunjung yang datang harus ditemani seorang pemandu.


Taman Nasional Pangandaran

Taman Nasional Pangandaran terletak di sebuah semenanjung yang diselimuti hutan, disini hidup beberapa jenis binatang antara lain kijang, monyet, burung enggang dan kera Jawa berlengan panjang. Kawasan ini memiliki beberapa teluk dengan pantai yang ditumbuhi pepohonan. Taman ini terdiri atas dua bagian yaitu taman rekreasi dan kawasan hutan. Sehubungan dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di kawasan hutan maka kunjungaan ke hutan sangat dibatasi, wisatawan hanya diperbolehkan berada di kawasan taman rekreasi saja

 

Add caption

 

Green Canyon

Obyek wisata yang paling populer di sekitar kawasan Pangandaran adalah Green Canyon dengan nama aslinya Cujang Taneuh. Hampir semua agen wisata di Pangandaran memiliki paket wisata mengunjungi Green Canyon termasuk mengunjungi beberapa obyek wisata lainnya yang terdapat di sepanjang jalan menuju Green Canyon. Di Green Canyon wisatawan dapat berenang menikmati kejernihan air dan panorama sekeliling yang indah. Kawasan wisata Green Canyon sangat populer dan selalu ramai dikunjungi orang, sebaiknya anda datang kesini pagi-pagi sekali agar tidak berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya.


Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo (SAU) merupakan sebuah tujuan wisata budaya yang lengkap, karena SAU memiliki arena pertunjukan, pusat kerajinan bambu dan workshop untuk alat musik bambu. Disamping itu, kehadiran SAU di Bandung menjadi lebih bermakna karena kepeduliannya untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sunda – khususnya Angklung – kepada masyarakat melalui sarana pendidikan dan pelatihan.

 

Situs Karangkamulyan

Kisah tentang Ciung Wanara memang menarik untuk ditelusuri, karena selain menyangkut cerita tentang Kerajaan Galuh, juga dibumbui dengan hal luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara. Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang kerajaan Galuh ( sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran

Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati ajal tiba Sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada patih Bondan Sarati karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama ( Dewi Naganingrum ).

Singkat cerita, dalam memerintah raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi peenrus kerajaan Galuh dengan adil dan bijaksana.

Bila kita telusuri lebih jauh kawasan yang luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu ini letaknya tidaklah berdekatan tetapi menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda, berada dalam sebuah tempat berupa struktur bangunan terbuat dari tumpukan batu yang bentuknya hampir sama. Struktur bangunan ini memiliki sebuah pintu sehingga menyerupai sebuah kamar.

Batu-batu yang ada di dalam struktur bangunan ini memiliki nama dan kisah, begitu pula beberapa lokasi lain yang terdapat di dalamnya yang berada di luar struktur batu. Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang dihubungkan dengan kisah atau cerita tentang kerajaan Galuh seperti ; pangcalikan atau tempat duduk, lambang peribadatan, tempat melahirkan, tempat sabung ayam dan Cikahuripan.

Situs Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh Pertama menurut penyelidikan Tim dari Balar yang dipimpin oleh Dr Tony Jubiantoro pada tahun 1997. Bahwasannya di tempat ini pernah ada kehidupan mulai abad ke IX, karena dalam penggalian telah ditemukan keramik dari Dinasti Ming. Situs ini terletak antara Ciamis dan Banjar, jaraknya sekitar 17 km ke arah timur dari kota Ciamis atau dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit.

Situs ini juga dapat dikatakan sebagai situs yang sangat strategis karena berbatasan dengan pertemuan dua sungai yakni Sungai Citanduy dan Cimuntur, dengan batas sebelah utara adalah jalan raya Ciamis-Banjar, sebelah selatan sungai Citanduy, sebelah barat merupakan sebuah pari yang lebarnya sekitar 7 meter membentuk tanggul kuno, dan batas sebelah timur adalah sungai Cimuntur. Karena merupakan peninggalan sejarah yang sangat berharga, akhirnya kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya oleh Pemerintah.

Udara yang cukup sejuk terasa ketika kita memasuki gerbang utama situs ini. Tempat parkir yang luas dengan pohon-pohon besar disekitar semakin menambah sejuk Setelah gerbang utama, situs pertama yang akan kita lewati adalah Pelinggih ( Pangcalikan ). Pelinggih merupakan sebuah batu bertingkat-tingkat berwarna putih serta berbentuk segi empat, termasuk ke dalam golongan / jenis yoni ( tempat pemujaan ) yang letaknya terbalik, digunakan untuk altar. Di bawah Yoni terdapat beberapa buah batu kecil yang seolah-olah sebagai penyangga, sehingga memberi kesan seperti sebuah dolmen ( kubur batu ). Letaknya berada dalam sebuah struktur tembok yang lebarnya 17,5 x 5 meter.

Sahyang Bedil

Tempat yang disebut Sanghyang Bedil merupakan suatu ruangan yang dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing berukuran 60 x 40 cm dan 20 x 8 cm. Bentuknya memperlihatkan tradisi megalitik. Menurut masyarakat sekitar, Sanghyang Bedil dapat dijadikan pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.

Penyabungan Ayam

Tempat ini terletak di sebelah selatan dari lokasi yang disebut Sanghyang Bedil, kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang letaknya lebih rendah. Masyarakat menganggap tempat ini merupakan tempat penyabungan ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu merupakan tempat khusus untuk memlih raja yang dilakukan dengan cara demokrasi.

Lambang Peribadatan

Batu yang disebut sebagai lambang peribadatan merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai fragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya indah karena dihiasi oleh pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan budaya megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu.

anyandaran

Terdiri atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat melahirkan Ciung Wanara. Di tempat itulah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.

Cikahuripan

Di lokasi ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi hanya merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu sungai Citanduy dan sungai Cimuntur. Sumur ini disebut Cikahuripan yang berisi air kehidupan, air merupakan lambang kehidupan, itu sebabnya disebut sebagai Cikahuripan. Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

Dipati Panaekan

Di lokasi makam Dipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan susunan batu kali. Dipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan Agung Raja Mataram.

Setelah puas mengelilingi Situs ini, puluhan warung makan dengan menu khasnya pepes ayam dan pepes ikan mas merupakan pelengkap ketika kita berkunjung ke tempat ini. Apalagi minumannya air kelapa alami langsung dari buahnya semakin menambah asyiknya suasana. Walaupun hanya berupa situs-situs purbakala tampaknya tempat ini dikelola dengan cukup bagus, terbukti dengan kebersihan yang cukup terjaga di sekitar lokasi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.