Kalimantan

Pasar Terapung

Kalau saja ada yang bisa menyampaikan tarikan garis dan cerita hubungan antara Pasar atau Rumah Terapung yang di Banjarmasin dan di Sungai Chaopraya di Bangkok Thailand atau yang di Vietnam, tentunya akan menambah lengkap wawasan kita mengenai Kalimantan Selatan. Yang pasti Pasar dan Rumah terapung bukan cuma milik Thailand atau Vietnam, kitapun memilikinya. Apabila Anda nonton TV di salah satu kanal TV swasta, hampir setiap hari ditayangkan pasar terapung, keindahan dan keunikan seperti itulah yang dapat kita temukan di Sungai Barito. 

Pulau Kaget

Masih di seputar Sungai Barito, terdapat satu pulau kecil beserta hutan kecil bernama Pulau Kaget. 10 tahun yang lalu pada saat penulis berkunjung ke Pulau ini, masih banyak terdapat kera khas Kalimantan Selatan ‘Bekantan’. Tapi sayang saat ini kera khas berhidung panjang tersebut sudah sukar ditemukan lagi. Sekali lagi sayang … inikah cara kita mencintai negeri ini dan pariwisata kita, yang nyata sudah ada bahkan dapat

dijadikan daya tarik wisata terbengkalai begitu saja…. Siapa yang salah?

Martapura

Hanya berjarak 40 km dari Banjarmasin, memasuki Kabupaten Banjar terdapat Kota Martapura. Penulis masih ingat sewaktu masih duduk di bangku SD dahulu, kita selalu menghafal sejarah bahwa Martapura adalah penghasil Intan. Di kota ini banyak sekali tempat pendulangan Intan, ada beberapa pendulangan yang

terletak di tepi jalan raya. Proses mendulang masih dikerjakan dengan cara tradisional, para pendulang kebanyakan adalah warga setempat, mereka merendam setengah badan dengan tangan yang menarikan wajan berisi pasir dan dengan mata yang sangat jeli mencermati butiran pasir penuh harapan mendapatkan Intan, apabila didapat yang kecil …. ya Syukur Alhamdullilah, tetapi apabila di dapat yang besar, hanya dalam hitungan menit berita tersebut akan heboh tersebar ke penjuru kota. Tidak jauh dari tempat pendulangan juga terdapat beberapa gallery kecil yang menjual hasil pendulangan baik yang masih berbentuk

intan maupun yang sudah menjadi berlian. Proses penggosokan intanpun dapat disaksikan, pengunjung dapat memperhatikan pekerja yang menggosok intan dengan cara tradisional atau cara modern, yang tradisional mengandalkan perasaan sedangkan yang modern mengandalkan mesin buatan Jerman atau Belanda sedangkan dari segi tehnik mereka pelajari dari ahli yang pernah didatangkan dari Belgia. Obyek wisata menarik lainnya di Kalimantan Selatan berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang menjadi andalan wisata di kabupaten ini adalah Sungai Amandit dan Air Terjun Haratai yang berada di Loksado. Loksado merupakan dataran tinggi yang berjarak + 175 km dari Kota Banjarmasin, untuk mencapai Loksado akan lebih mudah dilalui dari Kabupaten Kandangan dan umumnya wisatawan memerlukan transit satu malam di Kandangan sebelum menuju Loksado keesokan harinya. Dari Loksado pagi hari menuju Air Terjun Haratai, sebetulnya air terjun ini salah satu obyek yang dibanggakan, dapat dilihat dari materi promosi baik berupa brosur maupun text pada website. Tetapi sayangnya apa yang dibanggakan tidak sebanding dengan  enyataan yang ada, rasanya perlulah Pemda menata obyek wisata ini agar lebih memadai. Yang menarik adalah perjalanan menuju Haratai melalui jalan pegunungan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, untuk menuju tempat tersebut wisatawan disediakan transportasi ojek, bukan ojek yang biasa tetapi ojek dengan motor trail. Perjalanan dari Loksado menuju Haratai dengan ojek memerlukan waktu +35 menit.

Air Terjun Tanah Merah

Terletak sekitar 20 km dari pusat kota Samarinda tepatnya di dusun Purwosari kecamatan Samarinda Utara. Tempat ini merupakan pilihan tepat bagi wisata keluarga karena dilengkapi pendopo istirahat, tempat berteduh dengan pohon peneduh di sekitar lokasi, warung, areal parkir kendaraan yang luas, pentas terbuka dan tempat pemandian. untuk mencapai obyek wisata tersebut, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat serta angkutan umum trayek Pasar Segiri – Sungai Siring. .

Telaga Permai Batu Besaung

Obyek wisata Telaga Permai Batu Besaung merupakan obyek wisata alam, terletak di Sempaja 15 km dari pusat kota Samarinda dengan kendaraan motor/mobil. Obyek wisata ini telah dilengkapi sarana dan prasarana wisata.

Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfir ,Sister Park dengan negara Malaysia Taman Nasional Tanjung Puting merupakan lokasi pertama di Indonesia sebagai pusat rehabilitasi orang utan diTanjung Harapan. Pengamatan tertutup orang utan di Camp Leakey , Pondok Tanggui. Stasiun penelitian bekantan dan pengamatan satwa lainnya melalui sungai di Natai Lengkuas. .Pengamatan satwa burung terutama burung migran di Sungai Buluh dan Danau Burung. Kelokasi melalui Pangkalan Bun ke Kumai , selanjutnya ke Camp Leakey melalui Tanjung Harapan atau Natai Lengkuas.

Bukit Bangkirai

kawasan wisata alam yang dikelola PT. Inhutani I Unit I Balikpapan. Kawasan wisata ini terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bukit Bangkirai dapat ditempuh melalui perjalanan darat selama 1,5 jam dari Kota Balikpapan. Wisata ini menawarkan pesona hutan hujan tropis yang masih alami, yang dilengkatp dengan sarana dan prasarana wisata seperti restoran, lamin untuk pertemuan, kolam renang, serta cottage maupun jungle cabin. Di kawasan ini terdapat canopy bridge (jembatan tajuk) sepanjang 64 m yang digantung menghubungkan 5 pohon Bangkirai di ketinggian 30 m. Jembatan tajuk ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan yang kedelapan di dunia. Konstruksinya dibuat di Amerika Serikat.

Museum Kayu Tuah Himba

terletak tidak jauh dari Kawasan Waduk Panji Sukarame yaitu berjarak sekitar 600 meter dari Waduk. Dibangun dengan bangunan kayu panggung yang berukuran 20 x 20 M². Yang melatar belakangi dibukanya objek wisata ini adalah karena adanya buaya yang telah diawetkan dalam Museum Kayu tersebut. Di dalam Museum Kayu ini terdapat beragam jenis kayu-kayu yang ada di Pulau Kalimantan. Museum Kayu Tuah Himba terletak tidak jauh dari Kawasan Waduk Panji Sukarema yaitu berjarak sekitar 600 meter dari Waduk. Dibangun dengan bangunan kayu panggung yang berukuran 20 x 20 M2. Bangunan ini di kelilingi oleh pohon-pohon tinggi menyerupai hutan lindung. Pengunjung dapat menyaksikan beraneka ragam koleksi yang berkaitan dengan kehutanan, khususnya hutan Kalimantan yang kaya akan berbagai jenis pohon. Yang melatar belakangi dibukanya objek wisata ini adalah karena adanya buaya yang telah diawetkan dalam Museum Kayu tersebut. Koleksi dari Museum kayu ini, di antaranya adalah: • Kerajinan Kutai yang terbuat

dari rotan, berupa lemari kursi, lampu, tempat tidur dll • Kerajinan Dayak, diantaranya adalah anjat, mandau, ukiran Dayak yang terbuat dari kayu ulin • Miniatur rumah khas Dayak • Jenis-jenis kayu di huatan daerah Kutai Kartanegara • Koleksi jenis kayu 200 buah • Koleksi jenis-jenis daun kayu yang dikeringkan 200 buah • Koleksi biji-bijian • Koleksi potongan log atau batangan pohon yang tumbuh di Hutan Kalimantan • Buaya Muara yang diawetkan (jantan dan betina) • Koleksi Kepiting pemakan sari kelapa

Kedaton Kutai Kartanegara

adalah istana milik Sultan Kutai Kartanegara yang terletak di pusat kota Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia. Istana ini selesai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2002 setelah dihidupkannya kembali Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Meski telah resmi menjadi milik Sultan Kutai Kartanegara, istana baru ini lebih difungsikan sebagai kantor lembaga kesultanan serta sebagai tempat pelaksanaan acara seremonial oleh Sultan atau Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Arsitektur Kedaton Kutai KArtanegara merupakan perpaduan gaya modern dan gaya istana Kerajaan Kutai Kartanegara. Ruangan istana nampak megah dan mewah dengan tatanan Singgasana Sultan di kelilingi oleh kursi yang terbuat dari emas. Di sebelah kiri Singgasana terdapat Gamelan Jawa. Didalam Kedaton juga terdapat banyak ukiran yang berciri khas adat Kutai, Dayak dan Jawa untuk menunkukkan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara memiliki hubungan sejarah yang erat dengan suku Dayak dan Kesultanan Jawa

Pulau Kumala

merupakan daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah Barat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dimulai pada tahun 2000, Pulau Kumala dibangun menjadi kawasan wisata. Namun sejak Bupati Syaukani Hasan Rais, yang membangun pulau ini, terjegal kasus korupsi pada tahun 2006, pembangunan Pulau Kumala menjadi mangkrak. Taman Wisata Pulau Kumala berjarak sekitar 27 km dari Kota Samarinda yang dapat ditempuh melalui Jembatan Kutai Kartanegara dalam waktu kurang lebih 30 menit. Sedangkan dari kota Balikpapan yang memiliki fasilitas Bandara Sepinggan dan Pelabuhan Semayang yang merupakan akses transportasi udara dan laut di Kalimantan Timur, Berjarak sekitar 130 km yang dapat ditempuh kurang lebih 3 jam lewat jalan darat. Selain itu Taman Wisata Pulau Kumala dapat juga dicapai dengan transportasi air melewati Sungai Mahakam. Obyek wisata Pulau Kumala yang terletak di tengah Sungai Mahakam merupakan taman rekreasi perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional. Pulau seluas 76 hektar ini dulunya adalah lahan tidur dan semak belukar. Saat ini, sebagian area sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter untuk menikmati keindahan dari udara, kereta api mini area permainan dan kereta gantung yang menghubungkan dengan daratan. Di pulau ini terdapat DSJ Resort lengkap dengan kolam renang dan sarana bagi mereka yang ingin istirahat, yaitu satu-satunya cottage di tengah Sungai Mahakam di lokasi Pulau ini dipersiapkan Aquarium Raksasa bagi ikan pesut, lumba-lumba air tawar yang hanya ada di Republik Rakyat Cina dan Brasil. Pembangunan Taman Wisata Pulau Kumala dilakukan secara bertahap dan akan terus berkembang. Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan tambahan obyek wisata yang representatif selain Museum Mulawarman (bekas keraton Kerajaan Kutai Kartanegara), Waduk Panji Sukarame, Desa Budaya Pondok Labu di Tenggarong dan Nusa Tuna di Kecamatan Muara Muntai yang berpasir putih.

Planetarium Jagad Raya Tenggarong 

merupakan sebuah planetarium yang terletak di Jalan Diponegoro, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Planetarium berkapasitas 80 tempat duduk ini dibangun pada tahun 2000 dan resmi dibuka pada tahun 2002. Planetarium Jagad Raya merupakan planetarium ketiga di Indonesia setelah Planetarium Jakarta dan Planetarium Surabaya, Jawa Timur. Planetarium Jagad Raya terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, di sebelah kiri bangunan Museum Mulawarman dan dibangun pada tahun 2002 dan diresmikan pada tanggal 16 April 2003 Tempat ini merupakan sarana wisata ilmu pengetehuan untuk menikmati keindahan alam semesta berupa bintang-bintang, planet dan segala sesuatu di angkasa luar. Planetarium Angkatan laut di surabaya yang berfungsi sebagai sarana pendidikan astronomi bagi publik. Planetarium ini merupakan tempat Teater Bintang atau teater alam, karena dapat memperlihatkan isi alam semesta serta susunannya. Alat peraga yang digunakan berupa Proyektor Skymaster ZKP 3 buatan perusahaan Carl Zeiss Jerman, dengan tinggi maksimum 2750 mm dan berat mencapai 250 kg, lensa yang dimilikinya adalah 100 lensa. Memproyeksikan gambar matahari, bulan, komet, meteor, bintang, rasi, galaksi dan lain-lain. Selain proyektor utama, pada Skymaster ZKP 3 juga terdapat pendukung lainnya berupa proyektor effect dan 8 buah proyektor slide yang berfungsi untuk memproyeksikan gambar. Ruang yang di gunakan sebagai ruang peragaan memuat 92 kursi yang ditempatkan melingkari proyektor dan saat pertunjukan dimulai, ruangan tertutup rapat sehingga tidak ada cahaya yang masuk dan sirkulasi udara di atur dengan pendingin ruangan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.